Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 2 Tayang Jumat 9 Februari 2018
Dalam keadaan gelap gulita Vishaka melihat bayangan Chandra dan langsung memeluknya seraya mengatakan bahwa dirinya sudah sangat lama menunggu kesempatan ini. Lalu Vishaka mencakar punggungnya. Chandra pun terjatuh karena racun juga sudah menggerogotinya. Vishaka pun tertawa senang dan kembali menghidupkan diya2nya sembari berakting menangis, “Ibu Suri dan Helena lihatlah takdirku..aku menjadi janda sebelum pernikahanku..apa yang harus aku lakukan” dan Vishaka kembali terawa puas.
Helena dan Apama menemui Moora. Lalu mereka berbicara pada Moora mengenai Dadima yang membantu Nandini kabur. Helena pun memprovokasi Moora dengan berkata bahwa mereka tidak akan tau apa tujuan Nandini kabur sebenarnya. Moora bertanya2 mengapa ibunya melakukan hal ini. Helena mengajaknya memeriksa kamar Nandini lalu Moora kekamar Nandini dan melihat Dadima duduk disana, Moora hendak membuka selimut yang menutupi ranjang tapi Dadima melarang dan mengatakan agar tidak membangunkan Nandini yang tengah sakit. Moora bersikeras membukanya dan hanya melihat bantal bukannya Nandini. Moora pun berkata pada Dadima bahwa dia sudah melakukan kesalahan besar. Dadima hanya berkata bahwa Nandini melakukan semua ini demi Chandra.
Sinopsis Nandini dan Vishaka asli berhasil memasuki istana. Moora dan yang lain bertanya pada pelayan tentang keberadaan Chandra. Pelayanmenjawab kalau Chandra berada di kamar Vishaka. Lalu Moora beranjak ke kamar Vishaka. Nandini dan Vishaka juga bergegas masuk menuju kamar Vishaka.
Moora dan Nandini sama2 tiba di depan pintu kamar Vishaka, Nandini hendak menerjang masuk tapi Moora melarangnya dan betaya apakah dia tidakbisa mengetuk pintu dulu. Nandini pun memberi penjelasan kalau mereka harus menunggu maka mereka akan kehilangan Chandra untuk selamanya dan Nandini pun bergegas membuka pintu. Vishaka terkejut dan langsung bersembunyi.
Nandini dan yang lain menemukan Chandra dalam keadaan tertelungkup tak bernyawa di lantai. Nandinipun menangisinya sementara Vishaka berhasil melarikan diri keluar kamar. Moora dan yang lain pun jugamenangisi kepergian Chandra. Sinopsis
Vishaka terus berlari di koridor dan menabrak seseorang. Vishaka pun terkejut melihat orangyang ditabraknya tidak lain dan tidak bukan adalah Chandra. Chadra menatapnya dengan tajam dan mencengkeram tangannya, Vishaka pun bertanya siapa lelaki yang didalam kamarnya.
Nandini yang menangis merasa curiga dengan jasad Chandra, dia lalu membalik jasad tersebut dan melihat ternyata itu adalah jasad Parvatak. Chandra kemudian masuk ke dalam kamar sambil membawa Vishaka dalam keadaan terantai. Nandini spontan memeluk Chandra dan merasa lega karena dia telah selamat. Nandini lalu menunjukkan Vishaka yang asli seraya mengatakan dirinya meninggalkan istana untuk menemukan dia dan melindungi Chandra dari Vishkanya. Moora kebingunan dan bertanya.
Chandra menjelaskan bahwa Padmananda mengirim Parvatak dan Viskanya untuk menghabisinya tapi Parvatak dan Vishkanya tidak saling mengetahui satu sama lain dan dirinya mengambil keuntungan dari situasi ini (kilas balik saat Chandra melihat Vishaka mencari ular di hutan dan mengkonsumsi racunnya,..saat Chandra menemukan ular di kamar Vishaka..saat Vishaka mencuri ular milik pawang dan menyembunyikannya dibalik rambutnya..Chandra lalu berbicara pada Parvatak bahwa sebenarnya Vishaka mencintainya (mencintai Parvatak maksudnya), Chandra pun meminta Parvatak menemui Vishaka sekali saja), Chandra berkata bahwa itulah sebabnya Parvatak berada di kamar Vishaka dan Vishaka menghabisinya. Apama dan Helena pun berkomentar, begitu juga dengan Moora. Chandra lalu menyuruh praurit membawa Vishaka. Vishaka mengatakan sesuatu dengan penuh amarah.
Chandra lalu berbicara dengan Vishaka yang asli berterimakasih padanya dan memintanya untuk tinggal di Magadha, Vishaka menjawab agar dia berterimakasih pada Nandini karena Nandini sudah bertarung melawan ayahnya sendiri dan menderita luka2 untuk membawanya ke Magadha. Chandra pun melihat semua luka di tubuh Nandini. Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 2
Nandini mengemasi pakaian2nya dan hendak pergi tapi Chandra datang sambil menggendong Bindusara dan melarangnya pergi, “setelah semuanya jelas mengapa kau ingin pergi..pikirkan Bindusara..dia membutuhkanmu”. Nandini pun memeluk Bindusara dan bertanya ada handra mengapa dia tidak memberitau semua rencananya untuk menangkap Vishkanya, Chandra pun menjawab, “masalahnya ada pada dirimu..kau berbicara terlalu banyak..aku ingin menangkap basah Vishkanya jadi aku merahasiakan rencanaku”.
Di aula, Chandra sendirian dan kembali didatangi sosok misterius yang menutupi seluruh dirinya dengan selimut. Sosok tersebut lalu berbisik pada Chandra memberikan informasi, Chandra pun berjanji akan membawa semua ke pengadilan karena rakyat dan Magadha akan selalu mendapatkan keadilan.
Sementara itu Apama, Helena dan Megasthenes tengah berdiskusi dan lagi2 Helena menyalahkan ibunya yang gagal dengan semua rencananya hingga membuat Nandini kembali ke Magadha. Apama berkata bahwa rencana mereka lain kali akan lebih waspada. Nandini kemudian muncul. Apama menghardiknya karena berani muncul tanpa dipanggil tapi Helena menghentikannya dan berkata dirinyalah yang memanggil Nandini. Helena lalu berbicara ingin memberinya hadiah karena sudah menyelamatkan nyawa suaminya. Nandini menyahut bahwa dirnya bukanmenyelamatkan suaminya tapi menyelamatkan raja Magadha dan ayah Bindusara. Nandini menolak hadiah Helena lalu beranjak pergi. Helena berkata tidak ambil pusing dengan sikap Nandini karena Chandra tetap menuduhnya sebagai pembunuh Dhurdhara, Apama menyahut bahwa itu saja tidak cukup karena mereka perlu membuat rencana besar dengan penuh hati2.
Di penjara, Vishkanya menggigil karena belum mengkonsumsi racun sama sekali. Chandra datang dan Vishkanya berusaha menyerangnya tapi tidak berhasil karena dia terborgol, Vishkanya pun memaki Chandra. Chandra pun menyuruh prajurit membuka borgolnya.
Setelah bebas Vishkanya hendak menyerang Chandra tapi Chandra berhasil membekuknya dan berkata bahwadia tidak akan bisa melakukan apapun karena racunnya sudah habis. Chandra lalu mendorongnya hingga dia terjatuh, seorang prajurit kemudikan datang membawakan ular untuk Vishkanya, Vishkanya langsung mengkonsumsi racunnya dan setelah itu dia bertanya pada Chandra apa yang diinginkannya darinya. Chandra mendekat dan mengatakan bahwamulai hari ini dia akan bekerja untuknya dan akan memberitau semua informasi mengenai Amartya dan Padmananda. Vishkanya menjawab bahwa itu tidak mungkin. Chandra berkata bahwa dirinya bisa merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Chandra pun menyuruh prajuritnya untuk tidak merantai Vishkanya dan membiarkannya bebas selama di penjara lalu Chandra beranjak pergi.
link intifilm.com
Hanya Sinopsis
Thursday, February 8, 2018
Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 1 Tayang Jumat 9 Februari 2018
Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 1 Tayang Jumat 9 Februari 2018
Helena, Apama dan Megasthenes tengah berdiskusi di dalam kamar mengenai Helena yang melihat Dadima membawa Nandini tapi kemudian Nandini menghilang. Lalu Apama mengajak Helena ke pintu rahasia tadi untuk memeriksanya. Apama kemudian melihat selendang Nandini yang sebagian terjepit pintu, Apama mengatakan pada Helena bahwa dia seharusnya lebih teliti dan menunjukkan selendang Nandini. Mereka lalu membahasnya dan mencari2 tombol rahasia untuk membuka pintu. Karena tak kunjung menemukannya Helena dengan marah menggebrak pintu dan tanpa sengaja memencet tombol rahasia. Mereka lalu menemukan potongan selendang Nandini disana (kilas balik saat Nandini terpaksa merobek selendnagnya), Apama dan Helena berdiskusi, Helena berkata bahwa Nandini sudah pergi dari istana dan Dadima mengetahuinya, Helena juga berkata bahwamungkin mereka sudah gtau malau dirinya dan ibunya yangmelenyaokan Dhurdhara. Apama berkata bahwa itu tidak mungkin karena dirinya sudah melenyapkan semua bukti2 kemudian Helena menutup kembali pintu rahasia dan beranjak pergi, terlihat sebuah bayangan melintas didekat mereka.
Nandini tiba di pasar, dia lalu teringat masa lalu ( saat dipasar yang sama Chandra tengah menyamar, Chandra menghampiri Nandini yang tengah memilih2 gelang dan Chandra menariknya pergi. Mereka berbicara dan Nandini berkata ingin mencari tau penilaian rakyat terhadap Chandra sebagai raja. Nandini kembali menawar gelang dan barang2 lain tapi tak ada yang mau menjualnya saat dia mencela Chandra, Nandini kembali pada Chandra dan berbicara dengannya bahwa semua rakyat Magadha menyayanginya. Chandra lalu kembali pada penjual gelang dan membelikannya untuk Nandini lalu memasangkan di tangannya seraya mengatakan bahwa hubungan mereka terikat erat oleh hati masing2), Nandini menjadi sedih teringat semua itu dan berbicara dalam hati bahwa sekarang dirinya harus menemukan Chanakya untuk meminta bantuannya.
Diruangan ratu, Moora berbicara dengan Vishaka lalu hendak menghias mehendi di tangan Vishaka, Helena pura2 menanyakan keberadaan Nandini tapi Moora acuh dan Dadima yang menjawab bahwa Nandini tengah tidak sehat. Moora lalu mengatakan lebih bagus Nandini tidak berada disekitarnya,Vishaka pun memikirkan sesuatu.
Nandini mendatangi pedagang barang pecah belah dan mengucap kalimat kode untuk bertemu Chanakya lalu penjual itu memperhatikan Nandini dari ujung kepala hingga ujung kaki kemudian membawanya masuk kesebuah rumah.

Pelayan mendatangi Vishaka dikamarnya dan Vishaka memberikan surat agar dikirimkannya pada Chandra. Lalu Vishaka bermain2 dengan ular pemberian Amartya dan mengkonsumsi racunnya kemudian setelah itu menyimpannya disebuah peti. Lantas Vishaka menuang racun dari mulutnya ke dalam gelas berisi minuman beralkohol. Chandra kemudian datang dan bertanya mengapa dia ingin melihatnya. Vishaka menarik Chandra dalam pelukannya dan berkata ingin menunjukkan mehendinya yang terlihat gelap pertanda sang suami sangat mencintainya, Chandra berkata bahwa dirinya sangat mencintainya dan Chandra menyuruh Vishaka menyebut apa keinginannya. Vishaka berkata ingin mengajaknya minum. Vishaka meminumnya terlebih dulu untuk mengujinya dan saat gilirannya Chandra menolak dan mengatakan bahwa aroma minumannya terasa lain, Vishaka berkata bahwa itu minuman khusus lalu Chandra meletakkan gelas tadi dan mengisi gelas2 yang lain dengan minuman juga dan berkata akan membagikannya pada yang lain. Chandra memanggil pelayan dan menyuruhnya membagikan minuman tersebut.
Chandra lalu memeluk Vishaka yang terlihat kesal, Vishaka beralasan dan beranjak pergi, Vishaka melihat pelayan tengah membagi minuman2 tadi pada para mentri. Vishaka berpikir jika salah satu mentri meminum minuman dari gelas beracunnya lalu meninggal maka Chandra pasti akan mencurigainya. Vishaka pun mengambil alih nampan dari pelayan lain yang berisi minuman yang berbeda, Vishaka meminta para mentri mengganti minuman yang tadi dengan minuman yang dibawanya dengan alasan bahwa minuman yang dibawanya adalah minuman khusus. Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 1
Chanakya membaca surat Vishaka yang berhasil di temukan mata2nya dan bertanya2 mengapa Vishaka inginkan racun, lalu pintu diketuk dan Chanakya menjadi cemas, Chanakya menyuruh mata2nya sembunyi dan Chanakya membuka pintu. Chanakya terkejut melihat Nandini lalu Nandini masuk, Chanakya menyuruh mata2nya pergi. Nandini lalu berbicara pada Chanakya meminta bantuannya untuk menyelamatkan Chandra. Chanakya menolak karena ingin rahasianya tetap aman. Nandini punmemohon dan menceritakan mengenai Vishaka yang ternyata seorang Vishkanya. Chanakya pun paham mengapa Vishaka meminta racun pada Amartya. Chanakya pun berkata pada Nandini bahwa hanya Padmananda yang bisa membantunya. Nandini menjawab bahwa itu tidak mungkin. Chanakya kembali berkata bahwa dia bisa menipu Padmananda dan Chanakya berkata akan membawanya pada Padmananda.
Chandra menemui Dadima, Dadima lalu berbicara dengannya, “sudah banyak hari terlewati dan kita tidak pernah mengobrol lagi..kau akan menikah dan aku bahkan tidak tau kau bahagia atau tidak”. Chandra menjawab bahwa dirinya bahagia karena putranya juga akan mendapatkan seorang ibu. Dadima lalu menanyakan tentang cintanya. Chandra menyahut, “aku tau Nandini yang menyuruhmu melakukan hal ini kan..Vishaka sudah menungguku jadi aku harus pergi”, Chandra lalu bergegas pergi.
Di barak, Amartya berbicara pada Padmananda bahwa malam ini Vishaka akan menyelesaikan pekerjaannya dan secepatnya Magadha akan menjadi miliknya lagi. Padmananda pun terlihat bahagia. Prajurit datang mengabarkan kedatangan Nandini. Padmananda pun merasa senang dan menyuruh prajurit memanggilnya. Nandini masuk dan langsung memeluk Padmananda dengan bahagia. Padmananda melihat penampilan Nandini dan mengatakan akan menghabisi Chandra karena sudah membuat putri kesayangannya layaknya pelayan, Nandini emosi dan mengepalkan tinjunya tapi dia berpikir untuk tidak bereaksi dengan perkataan ayahnya. Nandini lalu berbicara pada Padmananda mengenai Gautami yang sudah memiliki bayi dan Nandini berpura2 tidak mengetahui keberadaan Gautami sekarang, Nandini berkata sangat merindukannya.
Padmananda membawa Nandini menemui Gautami dan kemudian Nandini pura2 bahagia bertemu dengan Gautami. Padmananda lalu berkata akan mengatur perayaan untuk pertemuan mereka dan Padmananda pun meninggalkan mereka. Nandini mulai berbicara dengan Gautami mengenai rencananya untuk membawa Vishaka asli keMagadha karena Chandra dalam bahaya. Sinopsis
Padmananda memberi perintah pada prajurit2nya, Amartya lalu berbicara dengan Padmananda mengenai kecurigaannya pada Nandini yang berhasil menemukan barak nya dan bagaimana mungkin Nandini berbaik melawan Chandra. Padmananda pun membentak Amartya yang meragukan Nandini dan kemudian mengajaknya pergi untuk melihat Nandini untuk menuntaskan kecurigaan Amartya.
Padmananda dan Amartya masuk ke tenda Gautami dan mencari2 Nandini, Padmananda melihat robekan ditenda lalu dengan emosi Padmananda bertanya pada Gautami mengenai keberadaan Nandini. Gautami menjawab bahwa dia tidak akan bisa brtemu Nandini lagi dan memohon pada Padmananda agar membiarkan Nandini pergi, Padmananda memanggil prajurit2nya dan menyuruh mereka mencari Nandini dan Vishaka tapi Padmananda berpesan agar tidak melukai Nandini.
Chandra berjalan di koridor sendirian sedangkan Vishaka tengah mematikan semua diya dikamarnya seraya berkata bahwa hidup Chandra akan segera menjadi gelap seperti keadaan malam ini. Nandini dan Vishaka asli berlari di tengah hutan, mereka lalu terkejar oleh pasukan Padmananda, Vishaka berbicara pada Nandini bahwa mereka tidak akan pernah bisa sampai di Magadha. Nandini memintanya untuk tidak menyerah dan mengajaknya untuk kembali lari tapi kemudian mereka terkepung. Seorang prajurit berhasil melukai tangan Nandini dan prajurit yang lain memperingatkannya bahwa jika Nandini terluka maka Padmananda akan menghabisinya. Nandini melempar pasir pada para prajurit lalu merebut pedang mereka dan dia bertarung melawan semua prajurit ayahnya.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 1 Vishaka asli memuji keberanian Nandini dan berkata dirinya tidak akan pernah bisa melakukan keberanian sepertinya, Nandini berkata bahwa jika seseorang yang dicintainya dalam bahaya maka dia pasti akan melakukan segalanya untuknya lalu Nandini kembali mengajaknya lari dengan menaiki kuda tapi saat akan menaiki kuda Nandini terjatuh dan menderita luka di kepalanya, Vishaka pun mencemaskannya dan mengatakan akan mencarikanbantuan untuknya. Nandini menolak karenawaktu mereka terbatas dan bersikeras mengajak Vishaka untuk menaiki kuda bersama. Vishaka membantu Nandini dan mereka beranjak pergi.
Link intifilm.com
Helena, Apama dan Megasthenes tengah berdiskusi di dalam kamar mengenai Helena yang melihat Dadima membawa Nandini tapi kemudian Nandini menghilang. Lalu Apama mengajak Helena ke pintu rahasia tadi untuk memeriksanya. Apama kemudian melihat selendang Nandini yang sebagian terjepit pintu, Apama mengatakan pada Helena bahwa dia seharusnya lebih teliti dan menunjukkan selendang Nandini. Mereka lalu membahasnya dan mencari2 tombol rahasia untuk membuka pintu. Karena tak kunjung menemukannya Helena dengan marah menggebrak pintu dan tanpa sengaja memencet tombol rahasia. Mereka lalu menemukan potongan selendang Nandini disana (kilas balik saat Nandini terpaksa merobek selendnagnya), Apama dan Helena berdiskusi, Helena berkata bahwa Nandini sudah pergi dari istana dan Dadima mengetahuinya, Helena juga berkata bahwamungkin mereka sudah gtau malau dirinya dan ibunya yangmelenyaokan Dhurdhara. Apama berkata bahwa itu tidak mungkin karena dirinya sudah melenyapkan semua bukti2 kemudian Helena menutup kembali pintu rahasia dan beranjak pergi, terlihat sebuah bayangan melintas didekat mereka.
Nandini tiba di pasar, dia lalu teringat masa lalu ( saat dipasar yang sama Chandra tengah menyamar, Chandra menghampiri Nandini yang tengah memilih2 gelang dan Chandra menariknya pergi. Mereka berbicara dan Nandini berkata ingin mencari tau penilaian rakyat terhadap Chandra sebagai raja. Nandini kembali menawar gelang dan barang2 lain tapi tak ada yang mau menjualnya saat dia mencela Chandra, Nandini kembali pada Chandra dan berbicara dengannya bahwa semua rakyat Magadha menyayanginya. Chandra lalu kembali pada penjual gelang dan membelikannya untuk Nandini lalu memasangkan di tangannya seraya mengatakan bahwa hubungan mereka terikat erat oleh hati masing2), Nandini menjadi sedih teringat semua itu dan berbicara dalam hati bahwa sekarang dirinya harus menemukan Chanakya untuk meminta bantuannya.
Diruangan ratu, Moora berbicara dengan Vishaka lalu hendak menghias mehendi di tangan Vishaka, Helena pura2 menanyakan keberadaan Nandini tapi Moora acuh dan Dadima yang menjawab bahwa Nandini tengah tidak sehat. Moora lalu mengatakan lebih bagus Nandini tidak berada disekitarnya,Vishaka pun memikirkan sesuatu.
Nandini mendatangi pedagang barang pecah belah dan mengucap kalimat kode untuk bertemu Chanakya lalu penjual itu memperhatikan Nandini dari ujung kepala hingga ujung kaki kemudian membawanya masuk kesebuah rumah.
Pelayan mendatangi Vishaka dikamarnya dan Vishaka memberikan surat agar dikirimkannya pada Chandra. Lalu Vishaka bermain2 dengan ular pemberian Amartya dan mengkonsumsi racunnya kemudian setelah itu menyimpannya disebuah peti. Lantas Vishaka menuang racun dari mulutnya ke dalam gelas berisi minuman beralkohol. Chandra kemudian datang dan bertanya mengapa dia ingin melihatnya. Vishaka menarik Chandra dalam pelukannya dan berkata ingin menunjukkan mehendinya yang terlihat gelap pertanda sang suami sangat mencintainya, Chandra berkata bahwa dirinya sangat mencintainya dan Chandra menyuruh Vishaka menyebut apa keinginannya. Vishaka berkata ingin mengajaknya minum. Vishaka meminumnya terlebih dulu untuk mengujinya dan saat gilirannya Chandra menolak dan mengatakan bahwa aroma minumannya terasa lain, Vishaka berkata bahwa itu minuman khusus lalu Chandra meletakkan gelas tadi dan mengisi gelas2 yang lain dengan minuman juga dan berkata akan membagikannya pada yang lain. Chandra memanggil pelayan dan menyuruhnya membagikan minuman tersebut.
Chandra lalu memeluk Vishaka yang terlihat kesal, Vishaka beralasan dan beranjak pergi, Vishaka melihat pelayan tengah membagi minuman2 tadi pada para mentri. Vishaka berpikir jika salah satu mentri meminum minuman dari gelas beracunnya lalu meninggal maka Chandra pasti akan mencurigainya. Vishaka pun mengambil alih nampan dari pelayan lain yang berisi minuman yang berbeda, Vishaka meminta para mentri mengganti minuman yang tadi dengan minuman yang dibawanya dengan alasan bahwa minuman yang dibawanya adalah minuman khusus. Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 1
Chanakya membaca surat Vishaka yang berhasil di temukan mata2nya dan bertanya2 mengapa Vishaka inginkan racun, lalu pintu diketuk dan Chanakya menjadi cemas, Chanakya menyuruh mata2nya sembunyi dan Chanakya membuka pintu. Chanakya terkejut melihat Nandini lalu Nandini masuk, Chanakya menyuruh mata2nya pergi. Nandini lalu berbicara pada Chanakya meminta bantuannya untuk menyelamatkan Chandra. Chanakya menolak karena ingin rahasianya tetap aman. Nandini punmemohon dan menceritakan mengenai Vishaka yang ternyata seorang Vishkanya. Chanakya pun paham mengapa Vishaka meminta racun pada Amartya. Chanakya pun berkata pada Nandini bahwa hanya Padmananda yang bisa membantunya. Nandini menjawab bahwa itu tidak mungkin. Chanakya kembali berkata bahwa dia bisa menipu Padmananda dan Chanakya berkata akan membawanya pada Padmananda.
Chandra menemui Dadima, Dadima lalu berbicara dengannya, “sudah banyak hari terlewati dan kita tidak pernah mengobrol lagi..kau akan menikah dan aku bahkan tidak tau kau bahagia atau tidak”. Chandra menjawab bahwa dirinya bahagia karena putranya juga akan mendapatkan seorang ibu. Dadima lalu menanyakan tentang cintanya. Chandra menyahut, “aku tau Nandini yang menyuruhmu melakukan hal ini kan..Vishaka sudah menungguku jadi aku harus pergi”, Chandra lalu bergegas pergi.
Di barak, Amartya berbicara pada Padmananda bahwa malam ini Vishaka akan menyelesaikan pekerjaannya dan secepatnya Magadha akan menjadi miliknya lagi. Padmananda pun terlihat bahagia. Prajurit datang mengabarkan kedatangan Nandini. Padmananda pun merasa senang dan menyuruh prajurit memanggilnya. Nandini masuk dan langsung memeluk Padmananda dengan bahagia. Padmananda melihat penampilan Nandini dan mengatakan akan menghabisi Chandra karena sudah membuat putri kesayangannya layaknya pelayan, Nandini emosi dan mengepalkan tinjunya tapi dia berpikir untuk tidak bereaksi dengan perkataan ayahnya. Nandini lalu berbicara pada Padmananda mengenai Gautami yang sudah memiliki bayi dan Nandini berpura2 tidak mengetahui keberadaan Gautami sekarang, Nandini berkata sangat merindukannya.
Padmananda membawa Nandini menemui Gautami dan kemudian Nandini pura2 bahagia bertemu dengan Gautami. Padmananda lalu berkata akan mengatur perayaan untuk pertemuan mereka dan Padmananda pun meninggalkan mereka. Nandini mulai berbicara dengan Gautami mengenai rencananya untuk membawa Vishaka asli keMagadha karena Chandra dalam bahaya. Sinopsis
Padmananda memberi perintah pada prajurit2nya, Amartya lalu berbicara dengan Padmananda mengenai kecurigaannya pada Nandini yang berhasil menemukan barak nya dan bagaimana mungkin Nandini berbaik melawan Chandra. Padmananda pun membentak Amartya yang meragukan Nandini dan kemudian mengajaknya pergi untuk melihat Nandini untuk menuntaskan kecurigaan Amartya.
Padmananda dan Amartya masuk ke tenda Gautami dan mencari2 Nandini, Padmananda melihat robekan ditenda lalu dengan emosi Padmananda bertanya pada Gautami mengenai keberadaan Nandini. Gautami menjawab bahwa dia tidak akan bisa brtemu Nandini lagi dan memohon pada Padmananda agar membiarkan Nandini pergi, Padmananda memanggil prajurit2nya dan menyuruh mereka mencari Nandini dan Vishaka tapi Padmananda berpesan agar tidak melukai Nandini.
Chandra berjalan di koridor sendirian sedangkan Vishaka tengah mematikan semua diya dikamarnya seraya berkata bahwa hidup Chandra akan segera menjadi gelap seperti keadaan malam ini. Nandini dan Vishaka asli berlari di tengah hutan, mereka lalu terkejar oleh pasukan Padmananda, Vishaka berbicara pada Nandini bahwa mereka tidak akan pernah bisa sampai di Magadha. Nandini memintanya untuk tidak menyerah dan mengajaknya untuk kembali lari tapi kemudian mereka terkepung. Seorang prajurit berhasil melukai tangan Nandini dan prajurit yang lain memperingatkannya bahwa jika Nandini terluka maka Padmananda akan menghabisinya. Nandini melempar pasir pada para prajurit lalu merebut pedang mereka dan dia bertarung melawan semua prajurit ayahnya.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 38 Part 1 Vishaka asli memuji keberanian Nandini dan berkata dirinya tidak akan pernah bisa melakukan keberanian sepertinya, Nandini berkata bahwa jika seseorang yang dicintainya dalam bahaya maka dia pasti akan melakukan segalanya untuknya lalu Nandini kembali mengajaknya lari dengan menaiki kuda tapi saat akan menaiki kuda Nandini terjatuh dan menderita luka di kepalanya, Vishaka pun mencemaskannya dan mengatakan akan mencarikanbantuan untuknya. Nandini menolak karenawaktu mereka terbatas dan bersikeras mengajak Vishaka untuk menaiki kuda bersama. Vishaka membantu Nandini dan mereka beranjak pergi.
Link intifilm.com
Wednesday, January 31, 2018
Sinopsis Chandra Nandini Episode 29 Part 1 Tayang Rabu 31 Januari 2018
Sinopsis
Chandra Nandini Episode 29 Part 1 Tayang Rabu 31 Januari 2018
Chandra
kembali berperang melawan kerajaan2 lain dan selalu menang. Chandra kembali ke
barak dalam keadaan penuh luka, pelayan datang ingi mengobatinya tapi Chandra
menolak, Chandra lalu hendak membasuh wajahnya dan di dalam baki airnya tiba2
muncul bayangan Nandini yang mengolok2nya sebagai kera,
Chandra mengaduk2 air tersebut dan membasuh
wajahnya tapi bayangan Nandini terus membayanginya. Chandra pun melempar baki
air tersebut. Musuh dibawa masuk ke tenda Chandra dan dia menolak untuk
menyerah, Chandra pun menghabisinya. Chandra merasa terganggu karena Nandini
meninggalkannya sehingga dia akan lenyapkan setiap orang yang berdiri
melawannya dalam kemarahannya.
Chanakya
terkejut melihat Chandra yang tiba2 datang, Chandra mengambil berkatnya dan
berbicara pada Chanakya bahwa dirinya siap untuk perang selanjutnya dan akan
berangkat esok hari. Chanakya melarang karena dia butuh istirahat tapi Chandra
menjawab bahwa seorang Raja tidak akan pernah istirahat lalu Chandra beranjak
pergi.
Keesokan
harinya Chandra kembali maju ke medan perang dan dia berhasil menguasai seluruh
Bharat dan mengambil alih posisi. Sementara di aula, mentri2 Magadha tengah
membahas sesuatu, Helena muncul bersama ibunya dan duduk disinggasana Raja lalu
mengatakan bahwa sejak Raja tidak ada di istana maka dirinya yang mengambil
alih keputusan.
Perwakilan
Yunani (Megasthenes) mengatakan sesuatu, Mentri menyela tapi Helena
menghentikan mentri tersebut dan kembali berbicara bahwa Megasthenes akan
menjaga semua keamanan.
Terdengar
suara tangisan bayi, Helena berdiri dengan geram dan beranjak pergi. Helena
mendatangi kamar Chandra dimana Bindusara berada dan menegur pelayan2 yang ada
disana, salah satu tabib berkatabahwa Bndusara masih bayi dan hanya ibunya
nyang bisa menenangkannya lalu Helena menggendong Bindusara,
Bindusara kemudian buang air kecil dan Helena
menjerit karena gaunnya basah, dia memberikan Bindusara kembali pada pelayan
dan mengatakan agar menjauhkan Bindusara darinya. Pelayan lalu memberitau bahwa
RajaChandra akan datang setelah memenangkan perang. Helena lalu kembali memberi
perintah pada para pelayan agar tidak membiarkan Bindusara menangis saat
Chandra datang lalu Helena beranjak pergi. Tabib pun berdoa meminta Dewa
menjaga Bindusara.
Chandra
kembali ke Magadha dan mengambil berkat Chanakya dan ibunya, Helena lalu
melakukan aarti tapi tiba2 Chandra mendengar suara tangis Bindusara. Chandra
bergegas masuk dan menggendong Bindusara. Helena lalu menemui Chandra dan
meminta Bindusara, Bindusara masih menangis dan Chandra mengambilnya kembali
dari gendongan Helena, Chandra lalu bertanya mengapa Bindusara terus menangis.
Tabib mengatakan sesuatu.
Chanakya
muncul dan mengatakan bahwa itu karena efek racun yang membuatnya tidak bisa
tidur nyenyak karena merasa kesakitan. Chandra pun bergumam mengatakan bahwa
dirinya bisa menguasai seuruh negeri tapi tidak bisa membantu putranya sendiri.
Lalu
Chanakya mengoleskan ramuan pada Bindusara dan Bindusara kmudian mereda
tangisnya. Chandra memberikannya pada pelayan, Chanakya memberikan obatnya pada
tabib lalu berkata pada Chandra bahwa rakyat Magadha sudah menunggunya.
Chanakya
memberi sambutan pada rakyat dan mengatakan bahwa raja mereka berhasil
memenangkan peperangannya lagi, rakyat pun mengelu2kan Chandra, Chanda kemudian
muncul dan berpidato.
Seorang
guru wanita tengah memberi pelajaran pada murid2nya tentang definsi seorang
Raja dan wanita itu adalah Nandini, seorang murid lalu bertanya pada Nandini apakah
dia tau Raja manakah yang seperti dalam penjelasannya. Nandini terdiam dan
teingat akan Chandra,
Nandini
lalu memberi jawaban, “ya..aku tau..Raja itu tinggal jauh dari daerah ini dan
dia adalah…” . Rakyat Magadha kembali mengelu2kan nama Chandragupta Maurya.
Nandini
yang merubah nama menjadi Chandrika didatangi seorang wanita yang mengabarkan
bahwa bayinya sedang tidak sehat dan terus menangis, Chandrika pun bergegas
pergi.
Chandra
menerima kedatangan seorang pendeta. Pendeta berbicara pada Chandra bahwa
dirnya sudah mengamatnya dan ingin menulis buku tentang dia karena sangat
menginspirasinya. Chandra bertanya hal apakah tentang dirinya yang bisa
membuatnya terinspirasi, pendeta menjawab tentang sejarah kehidupan pribadi dan
pemikirannya.
Chandra
pun berkata tidak menyukai hal tersebut dan pendeta pun beranjak pergi. Moora
mendatangi Chandra dan memintanya untuk tidak mencemaskan Bindusara karena dia
akan baik2 saja dan Mora menasihati Chandra agar tidak membiarkan semangatnya
pergi, Moora menambahkan,
“temukan
dirimu sendiri..aku melihat seorang raja tapi bukan Chandra ku”. Chandra
menjawab bahwa inilah dirinya apa adanya dan dibutuhkan kegelapan untuk bisa
melihat dirinya. Lalu Chandra beranjak pergi.
Chandra
menuju kamarnya dan mendengar suara tangisan Bindusara, Chandra bergegas
menggendongnya dan menenangkannya. Nandini juga berlari mendatangi bayinya yang
menangis di dalam rumah, Nandini menggendongnya dan menenangkannya.
Bindusara
masih menangis dan Chandra berimajinasi Dhurdhara datang untuk menenangkan bayi
mereka. Sementara itu Gautami masuk ke dalam rumah dan berbicara pada Nandini,
”dia bayiku tapi kau merawatnya seperti anakmu sendiri”. Beberapa saat kemudian
bayi Gautami tertidur,
Gautami
mengobrol dengan Nandinidan menanyakan mengapa dia tidak pernah mencoba
memberitau Chandra bahwa bukan dia pembunuh Dhurdhara. Nandini menjawab bahwa
Chandra sangat penting baginya tapi jika Chandra sudah tidak mempercayainya
lebih baik meninggalkannya tanpa penjelasan apapun.
Chandra
berhasil menenangkan Bindusara dan menidurkannya lalu Chandra ke ruangan mandi
dan menyuruh pelayan mempersiapkan segala sesuatunya, Helena muncul dan
menghentikan pelayan lantas Helena menyuruh pelayan pergi tapi Chandra berkata
bahwa tidak boleh ada seorang pun yang pergi karena dirinya tidak memberi
perintah.
Helena
lalu mengambil lulur dan hendak mengoleskannya pada Chandra tapi Chandra
menghentikannya dan dengan nada sinis berkata bahwa dia sebagai ratu pertama
sedang ditunggu semua orang diaula dan tidak perlu membuang2 waktu untuk
bersamanya. Helena pun beranjak pergi dan Chandra menyuruh pelayan melanjutkan
tugasnya.
Helena
menunggu Chandra di kamar dan saat Chandra muncul Helena berkata ingin
membicarakan hal penting, Chandra menjawab dengan sopan sembari menyebutnya
ratu pertama. Helena lalu meradang dan bertanya mengapa dia menghukumnya atas
kesalahan yang diperbuat Nandini,
Helena
berkata bahwa dirinya sangat mencintainya tapi Chandra mentertawakanya dan
berkata bahwa cinta itu rumit karena akan selalu menjebaknya dan bagi dirinya
cinta itu tidak ada nilainya lalu Chandra beranjak pergi. Helena hanya bisa
menahan kekesalannya.
Amatya
berbicara dengan Padmananda membahas wilayah Magadha, Padmananda emosi dan
melempar mejanya seraya berkata bahwa Malayketu kalah lagi. Malayketu datang
dan berbicara dengan Padmananda bahwa Chandra selalu unggul selangkah
didepannya.Amatya berkata kalau semua ini berkat kepintaran Chanakya. Padmananda
berkata
bahwa Chandra sudah mengambil semua darinya
satu persatu. Amatya memberi ide untuk menyerang secara pribadi. Padmananda
memuji ide nya dan berkata bahwa Chandra sudah memperalat Nandininya dan
sekarang dirinya akan mengambil putra Chandra yakni Bindusara. Padmananda
berkata mereka harus menunggu saat Chandra dan Bindusara keluar dari istana
bersama2 untuk diserang. Padmananda menyuruh Amartya mengirim mata2 ke Magadha,
dan Malayketu disuruhnya menculik Bindusara.
Thursday, October 12, 2017
Sinopsis Madhubala Jumat 13 Oktober 2017
Madhu terus berbicara dengan RK mengingatkan kebersamaan mereka dan Madhu berkata ingin menghabiskan waktu bersamanya, RK beranjak pergi dan berhenti saat mendengar Madhu menyanyi. Madhu berusaha memegang tangan RK tapi RK menghindarinya,
Madhu pun memeluk RK dan RK kembali menghindar, Madhu terus mencoba mendekati RK dan membelai wajahnya, RK pun menghapus airmata Madhu dan mereka saling berpelukan.
Radha menanyaan syarat Deepali, Deepali pun menyuruh Radha memperlakukan Madhu dengan buruk agar Madhu menyadari bagaimana rasanya diperlakukan buruk. Radha berkata menyesal tdak membiarkan Madhu mengusirnya waktu itu,
Deepali menyuruhnya diam. Radha pun menyetujui persyaratan Deepak dan meminta foto Mohan tapi Deepali kembali menolak. Radha pun berkata tdak akan menyetujui syaratnya dan Radha mempersilahkan Deepali untuk menunjukkan foto tersebut pada RK dan mereka semua akan menerima konsekwensi dari kehancuran RK. Kemudian baik Deepali maupun Radha sama2 terkejut melihat kedatangan Sultan.
RK memeluk Madhu berjalan ke teras, hujan kemudian turun dan Madhu berlari untuk berteduh, RK sendiri bermain2 dengan hujan. Madhu berbicara pada RK agar berteduh, Madhu mengambil payung dan menghampiri RK tapi RK menolak dan mengatakan bahwa ini hujan pertama setelah pernikahannya. RK mendekat pada Madhu dan hendak membuang payungnya tapi Madhu mendorongnya, RK lalu mengatakan sesuatu.
Sultan bergerak masuk ke dalam rumah, Deepali bertanya pada Sultan apa yang dilakukanya tapi Sultan diam saja, Deepali pun berteriak memanggil Sikki dan para pelayan
Sikki muncul dan ketakutan melhat Sutan, Sultan lalu mengatakan bahwa kedatangannya untuk mengambil gelang ibunya dan Sultan pun memeriksa sekitar,
Deepali memanggilnya dan mengatakan bahwa RK tidak ada dirumah sambil melirik Radha. Deepali meminta Sultan menunggu hingga listrik menyala agar lebih mudah mencari gelang Meera, Deepali menawarkan akan membuatkan jus. Sikki menegur Deepali dan merebut foto yang disembunykan Deepali, Deepali menampiknya dan foto itu terjatuh ke lantai, Sultan pun melihat foto tersebut dalam temaram cahaya.
Sultan hendak memungut foto tersebut tapi Radha menghentikannya dan mulai merasa pusing, Sikki dan Sultan berlari ke arah Radha, Deepali sendiri memungut foto tadi dan menyembunyikannya. Sultan memegang dahi Radha dan menyadari Radha demam tinggi lalu Sultan menyuruh Sikki menghubungi dokter dan kemudan membawa Radha ke kamar.
RK mengejar Madhu hingga ke kamar dan RK pura2 pusing, Madhu pun panik dan menghampirinya tapi kemudan RK memeluknya dan berbicara dengannya. Madhu lalu mengeringkan rambut RK dengan handuk sementara RK terus berbicara dengan Madhu.
RK lalu berdiri dan membaca lirik lagu tapi dia terpeleset dan terjatuh, Madhu pun mentertawakannya dan menyanyikan sebuah lagu lalu Madhu membantu RK dengan menariknya berdiri, RK lantas menariknya dalam pelukannya dan menyuruhnya tertawa lagi.
Sikki mendatangi kamar Radha dan berbicara dengan Sultan bahwa tidak ada dokter yang bersedia datang karena hujan deras, Sultan menyuruh Sikki menyiapkan air dingin dalam mangkok dan membawa obat2an yang tersedia dirumah. Sikki lalu beranjak keluar.
Sultan pun memegang dahi Radha dan hendak pergi tapi Radha yang mengigau memanggilnya Rishab dan menggenggam tangan Sultan.
Madhu pun memeluk RK dan RK kembali menghindar, Madhu terus mencoba mendekati RK dan membelai wajahnya, RK pun menghapus airmata Madhu dan mereka saling berpelukan.
Radha menanyaan syarat Deepali, Deepali pun menyuruh Radha memperlakukan Madhu dengan buruk agar Madhu menyadari bagaimana rasanya diperlakukan buruk. Radha berkata menyesal tdak membiarkan Madhu mengusirnya waktu itu,
Deepali menyuruhnya diam. Radha pun menyetujui persyaratan Deepak dan meminta foto Mohan tapi Deepali kembali menolak. Radha pun berkata tdak akan menyetujui syaratnya dan Radha mempersilahkan Deepali untuk menunjukkan foto tersebut pada RK dan mereka semua akan menerima konsekwensi dari kehancuran RK. Kemudian baik Deepali maupun Radha sama2 terkejut melihat kedatangan Sultan.
RK memeluk Madhu berjalan ke teras, hujan kemudian turun dan Madhu berlari untuk berteduh, RK sendiri bermain2 dengan hujan. Madhu berbicara pada RK agar berteduh, Madhu mengambil payung dan menghampiri RK tapi RK menolak dan mengatakan bahwa ini hujan pertama setelah pernikahannya. RK mendekat pada Madhu dan hendak membuang payungnya tapi Madhu mendorongnya, RK lalu mengatakan sesuatu.
Sultan bergerak masuk ke dalam rumah, Deepali bertanya pada Sultan apa yang dilakukanya tapi Sultan diam saja, Deepali pun berteriak memanggil Sikki dan para pelayan
Sikki muncul dan ketakutan melhat Sutan, Sultan lalu mengatakan bahwa kedatangannya untuk mengambil gelang ibunya dan Sultan pun memeriksa sekitar,
Deepali memanggilnya dan mengatakan bahwa RK tidak ada dirumah sambil melirik Radha. Deepali meminta Sultan menunggu hingga listrik menyala agar lebih mudah mencari gelang Meera, Deepali menawarkan akan membuatkan jus. Sikki menegur Deepali dan merebut foto yang disembunykan Deepali, Deepali menampiknya dan foto itu terjatuh ke lantai, Sultan pun melihat foto tersebut dalam temaram cahaya.
Sultan hendak memungut foto tersebut tapi Radha menghentikannya dan mulai merasa pusing, Sikki dan Sultan berlari ke arah Radha, Deepali sendiri memungut foto tadi dan menyembunyikannya. Sultan memegang dahi Radha dan menyadari Radha demam tinggi lalu Sultan menyuruh Sikki menghubungi dokter dan kemudan membawa Radha ke kamar.
RK mengejar Madhu hingga ke kamar dan RK pura2 pusing, Madhu pun panik dan menghampirinya tapi kemudan RK memeluknya dan berbicara dengannya. Madhu lalu mengeringkan rambut RK dengan handuk sementara RK terus berbicara dengan Madhu.
RK lalu berdiri dan membaca lirik lagu tapi dia terpeleset dan terjatuh, Madhu pun mentertawakannya dan menyanyikan sebuah lagu lalu Madhu membantu RK dengan menariknya berdiri, RK lantas menariknya dalam pelukannya dan menyuruhnya tertawa lagi.
Sikki mendatangi kamar Radha dan berbicara dengan Sultan bahwa tidak ada dokter yang bersedia datang karena hujan deras, Sultan menyuruh Sikki menyiapkan air dingin dalam mangkok dan membawa obat2an yang tersedia dirumah. Sikki lalu beranjak keluar.
Sultan pun memegang dahi Radha dan hendak pergi tapi Radha yang mengigau memanggilnya Rishab dan menggenggam tangan Sultan.
Subscribe to:
Posts (Atom)

