Sinopsis
Chandra Nandini Episode 29 Part 1 Tayang Rabu 31 Januari 2018
Chandra
kembali berperang melawan kerajaan2 lain dan selalu menang. Chandra kembali ke
barak dalam keadaan penuh luka, pelayan datang ingi mengobatinya tapi Chandra
menolak, Chandra lalu hendak membasuh wajahnya dan di dalam baki airnya tiba2
muncul bayangan Nandini yang mengolok2nya sebagai kera,
Chandra mengaduk2 air tersebut dan membasuh
wajahnya tapi bayangan Nandini terus membayanginya. Chandra pun melempar baki
air tersebut. Musuh dibawa masuk ke tenda Chandra dan dia menolak untuk
menyerah, Chandra pun menghabisinya. Chandra merasa terganggu karena Nandini
meninggalkannya sehingga dia akan lenyapkan setiap orang yang berdiri
melawannya dalam kemarahannya.
Chanakya
terkejut melihat Chandra yang tiba2 datang, Chandra mengambil berkatnya dan
berbicara pada Chanakya bahwa dirinya siap untuk perang selanjutnya dan akan
berangkat esok hari. Chanakya melarang karena dia butuh istirahat tapi Chandra
menjawab bahwa seorang Raja tidak akan pernah istirahat lalu Chandra beranjak
pergi.
Keesokan
harinya Chandra kembali maju ke medan perang dan dia berhasil menguasai seluruh
Bharat dan mengambil alih posisi. Sementara di aula, mentri2 Magadha tengah
membahas sesuatu, Helena muncul bersama ibunya dan duduk disinggasana Raja lalu
mengatakan bahwa sejak Raja tidak ada di istana maka dirinya yang mengambil
alih keputusan.
Perwakilan
Yunani (Megasthenes) mengatakan sesuatu, Mentri menyela tapi Helena
menghentikan mentri tersebut dan kembali berbicara bahwa Megasthenes akan
menjaga semua keamanan.
Terdengar
suara tangisan bayi, Helena berdiri dengan geram dan beranjak pergi. Helena
mendatangi kamar Chandra dimana Bindusara berada dan menegur pelayan2 yang ada
disana, salah satu tabib berkatabahwa Bndusara masih bayi dan hanya ibunya
nyang bisa menenangkannya lalu Helena menggendong Bindusara,
Bindusara kemudian buang air kecil dan Helena
menjerit karena gaunnya basah, dia memberikan Bindusara kembali pada pelayan
dan mengatakan agar menjauhkan Bindusara darinya. Pelayan lalu memberitau bahwa
RajaChandra akan datang setelah memenangkan perang. Helena lalu kembali memberi
perintah pada para pelayan agar tidak membiarkan Bindusara menangis saat
Chandra datang lalu Helena beranjak pergi. Tabib pun berdoa meminta Dewa
menjaga Bindusara.
Chandra
kembali ke Magadha dan mengambil berkat Chanakya dan ibunya, Helena lalu
melakukan aarti tapi tiba2 Chandra mendengar suara tangis Bindusara. Chandra
bergegas masuk dan menggendong Bindusara. Helena lalu menemui Chandra dan
meminta Bindusara, Bindusara masih menangis dan Chandra mengambilnya kembali
dari gendongan Helena, Chandra lalu bertanya mengapa Bindusara terus menangis.
Tabib mengatakan sesuatu.
Chanakya
muncul dan mengatakan bahwa itu karena efek racun yang membuatnya tidak bisa
tidur nyenyak karena merasa kesakitan. Chandra pun bergumam mengatakan bahwa
dirinya bisa menguasai seuruh negeri tapi tidak bisa membantu putranya sendiri.
Lalu
Chanakya mengoleskan ramuan pada Bindusara dan Bindusara kmudian mereda
tangisnya. Chandra memberikannya pada pelayan, Chanakya memberikan obatnya pada
tabib lalu berkata pada Chandra bahwa rakyat Magadha sudah menunggunya.
Chanakya
memberi sambutan pada rakyat dan mengatakan bahwa raja mereka berhasil
memenangkan peperangannya lagi, rakyat pun mengelu2kan Chandra, Chanda kemudian
muncul dan berpidato.
Seorang
guru wanita tengah memberi pelajaran pada murid2nya tentang definsi seorang
Raja dan wanita itu adalah Nandini, seorang murid lalu bertanya pada Nandini apakah
dia tau Raja manakah yang seperti dalam penjelasannya. Nandini terdiam dan
teingat akan Chandra,
Nandini
lalu memberi jawaban, “ya..aku tau..Raja itu tinggal jauh dari daerah ini dan
dia adalah…” . Rakyat Magadha kembali mengelu2kan nama Chandragupta Maurya.
Nandini
yang merubah nama menjadi Chandrika didatangi seorang wanita yang mengabarkan
bahwa bayinya sedang tidak sehat dan terus menangis, Chandrika pun bergegas
pergi.
Chandra
menerima kedatangan seorang pendeta. Pendeta berbicara pada Chandra bahwa
dirnya sudah mengamatnya dan ingin menulis buku tentang dia karena sangat
menginspirasinya. Chandra bertanya hal apakah tentang dirinya yang bisa
membuatnya terinspirasi, pendeta menjawab tentang sejarah kehidupan pribadi dan
pemikirannya.
Chandra
pun berkata tidak menyukai hal tersebut dan pendeta pun beranjak pergi. Moora
mendatangi Chandra dan memintanya untuk tidak mencemaskan Bindusara karena dia
akan baik2 saja dan Mora menasihati Chandra agar tidak membiarkan semangatnya
pergi, Moora menambahkan,
“temukan
dirimu sendiri..aku melihat seorang raja tapi bukan Chandra ku”. Chandra
menjawab bahwa inilah dirinya apa adanya dan dibutuhkan kegelapan untuk bisa
melihat dirinya. Lalu Chandra beranjak pergi.
Chandra
menuju kamarnya dan mendengar suara tangisan Bindusara, Chandra bergegas
menggendongnya dan menenangkannya. Nandini juga berlari mendatangi bayinya yang
menangis di dalam rumah, Nandini menggendongnya dan menenangkannya.
Bindusara
masih menangis dan Chandra berimajinasi Dhurdhara datang untuk menenangkan bayi
mereka. Sementara itu Gautami masuk ke dalam rumah dan berbicara pada Nandini,
”dia bayiku tapi kau merawatnya seperti anakmu sendiri”. Beberapa saat kemudian
bayi Gautami tertidur,
Gautami
mengobrol dengan Nandinidan menanyakan mengapa dia tidak pernah mencoba
memberitau Chandra bahwa bukan dia pembunuh Dhurdhara. Nandini menjawab bahwa
Chandra sangat penting baginya tapi jika Chandra sudah tidak mempercayainya
lebih baik meninggalkannya tanpa penjelasan apapun.
Chandra
berhasil menenangkan Bindusara dan menidurkannya lalu Chandra ke ruangan mandi
dan menyuruh pelayan mempersiapkan segala sesuatunya, Helena muncul dan
menghentikan pelayan lantas Helena menyuruh pelayan pergi tapi Chandra berkata
bahwa tidak boleh ada seorang pun yang pergi karena dirinya tidak memberi
perintah.
Helena
lalu mengambil lulur dan hendak mengoleskannya pada Chandra tapi Chandra
menghentikannya dan dengan nada sinis berkata bahwa dia sebagai ratu pertama
sedang ditunggu semua orang diaula dan tidak perlu membuang2 waktu untuk
bersamanya. Helena pun beranjak pergi dan Chandra menyuruh pelayan melanjutkan
tugasnya.
Helena
menunggu Chandra di kamar dan saat Chandra muncul Helena berkata ingin
membicarakan hal penting, Chandra menjawab dengan sopan sembari menyebutnya
ratu pertama. Helena lalu meradang dan bertanya mengapa dia menghukumnya atas
kesalahan yang diperbuat Nandini,
Helena
berkata bahwa dirinya sangat mencintainya tapi Chandra mentertawakanya dan
berkata bahwa cinta itu rumit karena akan selalu menjebaknya dan bagi dirinya
cinta itu tidak ada nilainya lalu Chandra beranjak pergi. Helena hanya bisa
menahan kekesalannya.
Amatya
berbicara dengan Padmananda membahas wilayah Magadha, Padmananda emosi dan
melempar mejanya seraya berkata bahwa Malayketu kalah lagi. Malayketu datang
dan berbicara dengan Padmananda bahwa Chandra selalu unggul selangkah
didepannya.Amatya berkata kalau semua ini berkat kepintaran Chanakya. Padmananda
berkata
bahwa Chandra sudah mengambil semua darinya
satu persatu. Amatya memberi ide untuk menyerang secara pribadi. Padmananda
memuji ide nya dan berkata bahwa Chandra sudah memperalat Nandininya dan
sekarang dirinya akan mengambil putra Chandra yakni Bindusara. Padmananda
berkata mereka harus menunggu saat Chandra dan Bindusara keluar dari istana
bersama2 untuk diserang. Padmananda menyuruh Amartya mengirim mata2 ke Magadha,
dan Malayketu disuruhnya menculik Bindusara.
ok
ReplyDelete