Tuesday, August 16, 2016

Anak Ingusan Pun Bisa Jadi Presiden... Virtual

Anak Ingusan Pun Bisa Jadi Presiden... Virtual

Jakarta - Jalan panjang nan terjal harus dilalui seseorang untuk menuju kursi presiden. Namun tidak demikian jika targetnya adalah presiden virtual, 'anak ingusan' pun bisa! 

Jadi presiden bukan sebatas mimpi! Ya, mungkin inilah salah satu latar belakang DewaNations dikembangkan para pembesutnya. DewaNations memang belum setenar Facebook, Twitter ataupun Path. Namun yang pasti, DewaNations merupakan salah satu media sosial bikinan anak bangsa yang cukup menarik perhatian.

Konsep segar memang coba ditawarkan layanan yang dibuat oleh Fairy Suryana, M. Darwiz serta Aby Fajar ini. Disebut sang pendiri, Fairy, DewaNations merupakan media sosial berbasis negara pertama di dunia.

"Sudah saatnya Indonesia memiliki sosial network app yang mendunia, yang digunakan oleh seluruh negara. Saya menawarkan konsep media sosial baru, yang berbeda dan yang belum ada di dunia. Yaitu sebuah konsep social network berbasis negara," ungkap Fairy kepada detikINET.

Layaknya sebuah negara virtual, DewaNations memilah member atau citizen sesuai dengan negara mereka berasal. Setiap negara dipimpin oleh seorang presiden virtual yang dipilih oleh rakyatnya melalui pemilu serentak di seluruh negara di DewaNations pada tanggal 16 juni setiap 2 tahunnya. 
Begitu juga gubernur yang dipilih melalui pilkada serentak. Namun untuk menjadi walikota, member cukup membuat sebuah kota (layaknya membuat sebuah grup di Facebook), dan member tersebut otomatis menjadi seorang walikota. 

Kenapa mau menjadi walikota? Pertama member akan lebih menonjol dibanding warga biasa karena dikenal sebagai pemimpin sebuah kota. Seorang walikota juga mempunyai kemampuan dan hak untuk mengedit atau menghapus posting warganya yang dianggap tidak pantas. Bahkan seorang walikota dapat memblok akun warga yang dianggap menyalahi ketentuan yang berlaku, dengan mengirim akun itu ke penjara virtual.
Akun warga yang diblok oleh presiden, gubernur, walikota atau pejabat pemerintahan lainnya akan ditandai dengan adanya jeruji besi di foto avatar member. Jadi seakan-akan member tersebut berada di dalam sebuah ruangan penjara. 

Seperti layaknya permainan monopoli, member dapat keluar dan bebas segera dari virtual jail dengan membeli 'get out of jail free card' dengan membayar Rp 1.000 atau Rp 5.000 tergantung dari kesalahan yang dilakukan si member itu. 

Dan agar penguasa tidak dapat memenjarakan member, seorang member dapat kebal hukum dengan menjadi VIP member atau kewarganegaraan khusus dengan membeli status kewarganegaraan tersebut dengan harga Rp 10.000 per bulan. Namun bukan berarti VIP citizen dapat sewenang-wenang melakukan kesalahan atau pelanggaran berat di kemudian hari.
http://inet.detik.com/read/2016/08/16/102458/3276426/398/anak-ingusan-pun-bisa-jadi-presiden%E2%80%A6-virtual?_ga=1.133729038.1865891018.1471318154

No comments:

Post a Comment